x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

PAN Sebut PPKM Darurat Jawa-Bali Belum Efektif

Avatar bukti.id

Kabar Partai

Jakarta, bukti.id – Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay mengatakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali selama dua pekan terakhir, belum berjalan efektif.

“Berdasarkan evaluasi yang dilihat memang belum efektif karena beberapa faktor. Bukan saja kesiapan aparatur tapi juga penunjang juga,” ujar Saleh dalam sebuah diskusi, baru-baru ini di Jakarta.


Saleh menilai pelaksanaan PPKM Darurat di lapangan belum berjalan maksimal. Menurutnya, sosialisasi PPKM Darurat yang dilakukan pemerintah ke masyarakat masih minim.

Lantaran minim sosialisasi, tambah Saleh, banyak warga yang tetap bepergian, membuka rumah makan, atau berjualan di luar rumah. Penindakan aparat keamanan untuk membubarkan warga juga jauh dari situasi humanis, justru menggunakan paksaan.

Menurut Saleh, banyak kasus pemaksaan penutupan tempat makan, restoran, atau pedagang kaki lima secara paksa. Bahkan beberapa kasus menggunakan tindakan kekerasan untuk membubarkan kerumunan atau menutup restoran.

Selain itu, Saleh juga menyinggung soal bantuan sosial yang semestinya diberikan oleh pemerintah saat masa PPKM Darurat belum menyeluruh. Akibatnya banyak masyarakat yang tetap keluar rumah untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Jadi kita enggak bisa melarang mereka buat keluar rumah, karena mereka harus bekerja,” cetus Saleh.

Lebih lanjut, Anggota Komisi IX DPR itu turut mengkritisi kondisi rumah sakit (RS) yang nyaris penuh selama PPKM Darurat. Konidisi ini, kata Saleh, menunjukkan pemerintah belum menyiapkan skenario terburuk selama pelaksanaan PPKM Darurat.

“Kita harus mengakui jujur bahwa pemerintah belum mempersiapkan skenario terburuk dalam PPKM Darurat, karena RS penuh, alkes tidak lengkap, dan mereka yang butuh ICU tidak mendapatkan,” ujar dia.

Selama PPKM Darurat, kasus positif Covid-19 masih terus bertambah. Bahkan kasus harian beberapa kali pecah rekor, dengan tambahan tertinggi mencapai 56.757 kasus pada Kamis (15/7/2021). Selain itu, kasus kematian juga mencatat rekor baru pada Jumat (16/7/2021) dengan tambahan 1.205.

Hingga kemarin, total kasus positif di Indonesia mencapai 2.780.803. Dari jumlah itu, sebanyak 2.204.491 orang sembuh, 71.397 orang meninggal dunia, dan 504.915 orang dalam perawatan ataupun isolasi mandiri. (hea)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Senin, 20 Jul 2026 17:05 WIB | Hukum

Perkara Agustin Widyawati dan Ranto Hensa Barlin Sidauruk Berlanjut, Usai Perlawanan Dakwaan Ditolak Hakim

Hakim PN Surabaya tolak pengajuan terdakwa Agustin dan Ranto dalam perkara penipuan ...
Minggu, 19 Jul 2026 08:34 WIB | Peristiwa

Tokoh Penggerak UMKM Ari Prabowo Berjanji Sinergikan Pariwisata dan UMKM

Jadi Ketum GEMI, Ari berjanji sinergikan pariwisata dan UMKM. ...
Sabtu, 18 Jul 2026 11:42 WIB | Peristiwa

Sah. Ari Prabowo Terpilih Jadi Ketum MANTRA periode 2026–2031

Munas I MANTRA sepakat memilih Ari Prabowo sebagai Ketum MANTRA periode 2026-2031. ...
Sabtu, 18 Jul 2026 08:08 WIB | Peristiwa

MANTRA Gelar Munas I di Surabaya. Fokus Tingkatkan Kualitas SDM Konstruksi

Munas I Mantra momen penting bagi pekerja konstruksi Indonesia. ...
Jumat, 17 Jul 2026 05:10 WIB | Peristiwa

Urai Kemacetan Gedangan. Sidoarjo Bakal Miliki Flyover di Lokasi ini

Urai kemacetan di Gedangan, Pemkab Sidoarjo bakal bangun flyover. ...
Jumat, 17 Jul 2026 04:05 WIB | Hukum

Beli Solar Subsidi Ber-barcode Kerjasama Operator SPBU, Hendrik Setiawan dan Rudi Agus Jalani Sidang

Sidang perkara pembelian BBM solar subsidi, majelis hakim pertanyakan status operator SPBU. ...