x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Desa Wedomartani Patut Jadi Contoh Desa Mandiri

Avatar bukti.id

Nusantara

Sleman, bukti.id – Tata kelola Desa Wedomartani di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) patut menjadi desa percontohan untuk desa-desa lain di Indonesia.

Karena desa tersebut membuat tata kelola yang mengedepankan perlindungan anak dan perempuan, dan menjadi desa mandiri. Seperti membuat kerajinan, pengelolaan makanan, hingga adanya tim satgas bencana. Baik Karang Taruna maupun kaum perempuannya mempunyai produk lokal yang bisa dipasarkan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Diah Pitaloka, saat meninjau pameran produk oleh masyarakat Desa Wedomartani, di Sleman, DIY, baru-baru ini.

“Kepekaan sosial diwujudkan melalui tata kelola pemerintahan desa, dan mereka mempunyai masing-masing kegiatan sosial ke masyarakatnya. Dan dengan adanya kegiatan ini, tingkat kekerasan yang ada di desa ini pun menurun dari tahun ke tahun setelah adanya kesadaran pemerintahan desa untuk lebih memprioritaskan perlindungan anak dan perempuan,” papar Politisi PDI-Perjuangan itu.

Diah berujar jika anggaran kegiatan tersebut bersumber dari anggaran desa dan juga di-support anggaran dari Pemerintah Kabupaten Sleman untuk kegiatan perempuan dan anak. Kegiatan inipun berjalan kurang lebih selama lima tahun, yang menghasilkan tren kekerasan kepada perempuan dan anak yang terus menurun.

“Ini merupakan program yang sangat bagus, agar masyarakat desa bisa melakukan kegiatan yang positif, dari anggaran desa dan Pemerintah Kabupaten Sleman yang dikeluarkan dan dimanfaatkan dengan kegiatan yang bisa menambah kreatifitas masyarakat, dan juga kegiatan-kegiatan solidaritas lainnya. Dilihat dari tren kekerasan terutama kepada perempuan dan anak pun terus menurun dari tahun ke tahun,” tandas Diah.

Legislator dapil Jawa Barat III itu berharap potensi dan peluang ini terus dikembangkan dan diwujudkan. Masyarakat bisa membuat pelayanan yang lebih profesional ke depannya.

“Potensi itu seperti memberikan pelayanan yang lebih professional, seperti ruang perlindungan perempuan dari kekerasan, juga pendampingan kepada korban kekerasan, klinik khusus ibu dan anak, dan juga tempat untuk penitipan anak. Masih banyak peluang yang masih bisa dibina lagi ke depannya untuk mewujudkan desa ramah perempuan dan anak,” pungkas Diah. (hea)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Selasa, 21 Jul 2026 05:45 WIB | Hukum

Jual Kosmetik asal Cina Tanpa Izin BPOM, Sidang Jefry Berlanjut

Sidang perkara penjualan obat tanpa ijin edar BPOM, dengan terdakwa Jefry tetap berlanjut. ...
Senin, 20 Jul 2026 17:05 WIB | Hukum

Perkara Agustin Widyawati dan Ranto Hensa Barlin Sidauruk Berlanjut, Usai Perlawanan Dakwaan Ditolak Hakim

Hakim PN Surabaya tolak pengajuan terdakwa Agustin dan Ranto dalam perkara penipuan ...
Minggu, 19 Jul 2026 08:34 WIB | Peristiwa

Tokoh Penggerak UMKM Ari Prabowo Berjanji Sinergikan Pariwisata dan UMKM

Jadi Ketum GEMI, Ari berjanji sinergikan pariwisata dan UMKM. ...
Sabtu, 18 Jul 2026 11:42 WIB | Peristiwa

Sah. Ari Prabowo Terpilih Jadi Ketum MANTRA periode 2026–2031

Munas I MANTRA sepakat memilih Ari Prabowo sebagai Ketum MANTRA periode 2026-2031. ...
Sabtu, 18 Jul 2026 08:08 WIB | Peristiwa

MANTRA Gelar Munas I di Surabaya. Fokus Tingkatkan Kualitas SDM Konstruksi

Munas I Mantra momen penting bagi pekerja konstruksi Indonesia. ...
Jumat, 17 Jul 2026 05:10 WIB | Peristiwa

Urai Kemacetan Gedangan. Sidoarjo Bakal Miliki Flyover di Lokasi ini

Urai kemacetan di Gedangan, Pemkab Sidoarjo bakal bangun flyover. ...