x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Soal PT Semen Madura, Warga Wadul ke DPRD Jatim

Avatar bukti.id

Wakil Rakyat

Surabaya, bukti.id – Aliansi Pemuda Peduli Hak Atas Tanah Masyarakat (AP2HAKATM) melakukan demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Timur. Aksi tersebut berkaitan dengan permasalahan lahan warga di Kecamatan Labang, Kamal dan Socah yang dibeli oleh PT Semen Madura, pada 1982 yang hingga kini hak dan kewajibannya masih belum terselesaikan.

"Hingga saat ini, masih belum ada ganti rugi sepenuhnya. Sehingga permasalahan ini masih terus berlanjut hingga sekarang, ini akan berefek kepada kerugian masyarakat," ujar Koordinator aksi Syafi'.

Syafi' menyangka ada permainan mafia lahan di tanah tersebut. Sehingga mengakibatkan terbengkalainya lahan seluas Ha dan sama sekali tidak ada pemanfaatan.

"Tanah terbakalai seperti ini kita yakin ada mafia tanah yang bermain didalamnya. Tanah disana sama sekali tidak ada pembangunan," ujarnya.

Menurut penuturannya tanah yang dikuasai PT. Semen Madura sudah dialihkan kepada PT. Perkasa Krida Hasta Indonesia (PKHI). Namun meski sudah dialihkan, pemanfaatan lahan ini hingga saat ini masih belum dilakukan dan terbengkalai selama hampir 38 tahun.

Hal itu sangat disayangkannya, sebab tanah yang berada pada daerah lahan basah tersebut seharusnya bisa memberikan asas kemanfaatan kepada masyarakat.

"Padahal dulu, menurut penuturan pemilik lahan, agar tanahnya masyarakat dijanjiin pekerjaan untuk biaya hidup sehari-harinya," ujarnya.

Setelah aksi demo berjalan sekian lama, akhirnya sebagian peserta aksi pun diterima komisi A DPRD Jatim di ruang Badan Musyawarah untuk audiensi.

Menanggapi audiensi dari warga Bangkalan ini, anggota komisi A Bayu Airlangga berniat memanggil semua pihak yang terlibat didalamnya, termasuk PT. PKHI, Kanwil BPN Jatim dan BPN Bangkalan untuk mencari tahu duduk perkaranya.

"Insya Allah kita panggil, Kanwil Jatim dan Kepala BPN Bangkalan. Saya minta perwakilan dari warga untuk hadir juga, kita ingin mencari tahu permasalahannya seperti apa, dan solusinya seperti apa," kata Bayu. (trq)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...
Minggu, 18 Okt 2026 05:10 WIB | Ekonomi

Pemkab Lamongan Yakin, 2026 Produksi Padi Melimpah

Pada 2026, Pemkab Lamongan yakin mampu menghasilkan produksi padi melampaui capaian tahun sebelumnya, mencapai sekitar 1,335 juta ton. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...