x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Praktik Mafia Tanah Masih Gentayangan, di Tangerang Seram

Avatar bukti.id

Pemerintahan

Tangerang, bukti.id – Praktik penyerobotan lahan yang disinyalir dilakukan oleh mafia tanah masih marak di tanah air. Kondisi miris ini, tak ditepis oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil.

Menurut Sofyan, lembaganya menindak 125 pegawai dan menjatuhkan sanksi atas berbagai pelanggaran dalam kasus praktik mafia tanah.

“Mereka yang terbukti menyalahgunakan kewenangannya untuk melancarkan aksi mafia tanah pun telah diberikan sanksi bahkan hingga pemecatan,” ungkap Sofyan kepada jurnalis, kemarin.

Mafia tanah, imbuh Sofyan, memiliki sejumlah modus dalam aksinya, dengan cara permufakatan jahat di antaranya menerbitkan dan/atau menggunakan lebih dari satu surat alas.

Selanjutnya, ujar Sofyan, ada yang menerbitkan dan/atau menggunakan dokumen yang terindikasi palsu, melakukan okupasi atau penguasaan tanah tanpa izin di atas tanah milik orang lain, dan juga merubah/memindahkan/menghilangkan patok tanda batas tanah, yang sudah ada turun temurun.

“Ada juga yang mengajukan permohonan sertifikat pengganti karena hilang hingga terjadi adanya sertifikat ganda,” tandas Sofyan.

Menurut Sofyan, mafia tanah juga memanfaatkan lembaga peradilan, baik kepolisian ataupun pengadilan.

“Kemudian mengajukan gugatan di pengadilan untuk dinyatakan sebagai pemilik tanah, sedangkan pemilik tanah yang sah sama sekali tidak mengetahui atau tidak dijadikan sebagai pihak dalam gugatan tersebut. Lalu, dengan melakukan pembelian terhadap tanah yang masih menjadi objek perkara dan mengupayakan agar putusan pengadilan tersebut berpihak kepadanya/kelompoknya,” urai Sofyan.

“Praktik mafia tanah juga banyak terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang. Ya memang wilayah Kabupaten Tangerang itu ada dan modusnya seram sekali,” pungkas Sofyan. (pras)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Selasa, 03 Nov 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Jangan Remehkan Temulawak. Ini Hasil Penelitian BRIN

BRIN kembangkan bahan aktif antibakteri dari temulawak dengan mengombinasikan melalui teknologi berbasis nanoteknologi. ...
Selasa, 03 Nov 2026 17:30 WIB | Peristiwa

Pembangunan Inklusif. Lamongan Gencarkan Program Responsif Gender

Lamongan terus perkuat komitmen wujudkan pembangunan inklusif dan berkeadilan melalui strategi PUG. ...
Selasa, 03 Nov 2026 13:11 WIB | Ekonomi

Tingkatkan Efisiensi. Petambak Wajib Kenali Internet untuk Segala

Petambak Lamongan didorong manfaatkan penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT). ...
Selasa, 03 Nov 2026 09:10 WIB | Peristiwa

Nggak Disiplin, 15 PPPK Paruh Waktu Pemkab Sidoarjo Tak Diperpanjang Kontrak

Dinilai tidak disiplin, 15 orang PPPK paruh waktu di lingkup Pemkab Sidoarjo, tidak dipanjangan kontraknya.  ...
Selasa, 03 Nov 2026 07:05 WIB | Wakil Rakyat

DPR RI Dorong Sertifikasi TKDN untuk Perluas Pasar IKM Sidoarjo

Pentingnya TKDN bagi IKM Sidoarjo agar mampu tembus pasar pengadaan pemerintah.  ...
Senin, 02 Nov 2026 15:15 WIB | Peristiwa

BRIN Minta Petani Waspadai Begomovirus yang Bisa Ancam Produksi Sayuran

BRIN ingatkan petani Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Begomovirus, yang berpotensi mengganggu produksi hortikultura. ...