Rakor Forkopimda Provinsi Jatim. Bahas MBG, Darurat Narkoba hingga Posisi Ekonomi
Surabaya – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Jatim gelar rapat koordinasi (rakor). Acara yang dipimpin Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Grand City Surabaya, Rabu (5/11/2025).
Pada rakor, Khofifah membahas sejumlah isu dan permasalahan yang ada di Jawa Timur. Mulai dari makan bergizi gratis (MBG) hingga darurat narkoba yang telah dikategorikan sebagai extra ordinary crime.
“Rakor ini bukan sekadar forum koordinasi rutin, tapi merupakan ruang strategis untuk memperkuat semangat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah,” ujar Khofifah.
Menurut dia, tanpa keamanan dan kerukunan, tidak akan ada investasi dan kesejahteraan.
Pada kegiatan itu, mulanya Khofifah menyoroti penguatan program Restorative Justice sebagai upaya penyelesaian persoalan hukum yang humanis dan berkelanjutan.
“Rumah restorative justice itu tidak hanya menyelesaikan masalah jangka pendek, tapi juga solusi jangka panjang. Bupati dan wali kota sudah MoU dengan seluruh Kajari se-Jawa Timur, dan ini harus terus dikawal,” urai dia.
Kemudian, Khofifah mengingatkan seluruh pihak lebih aware terhadap ancaman narkoba yang dikategorikan extra ordinary crime.
“Kita tidak boleh underestimate terhadap persoalan narkoba, baik produksi, peredaran, maupun penyalahgunaannya. Rehabilitasi juga harus kita perkuat, termasuk menambah jumlah IPWL agar penanganan korban penyalahguna bisa lebih cepat dan manusiawi,” tandas dia.
Dalam paparannya, Khofifah menyampaikan kondisi demografi dan ekonomi Jawa Timur sebagai landasan penting menjaga stabilitas daerah.
Dijelaskan, saat ini Jawa Timur berpenduduk 42,08 juta jiwa dengan kontribusi 14,44 persen terhadap PDB nasional dan 25,36 persen perekonomian Pulau Jawa. Pertumbuhan ekonomi Jatim Triwulan II Tahun 2025 mencapai 5,23 persen, melampaui nasional 5,12 persen. (edd)
Editor : Redaksi