x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Catatan Buruk Empat Mantan Kadis Perkim CKTR Sidoarjo

Avatar bukti.id

Hukum

Jadi terdakwa dugaan korupsi Rusunawa Tambak Sawah

Surabaya – Jabatan adalah amanah. Bisa jadi kalimat tersebut tak ada dalam nurani para mantan Kepala Dinas (Kadis) Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur ini. Tak hanya seorang, tapi empat mantan pejabat, yang diduga kuat mengembat uang negara dengan dalih program Rumah Susun Sederhana Sewa alias Rusunawa.

Ke empat mantan pejabat itu, yakni; mantan Kadis Perkim CKTR periode 2007-2012 dan 2017-2021 Sulaksono, serta Kadis periode 2012-2014 Dwijo Prawiro. Dua yang lain adalah Kadis Perkim CKTR pada 2015-2017 Agoes Boedi Tjahjono, dan mantan Plt Kadis Perkim CKTR 2022 Heri Soesanto.

Belum lama ini, mereka ‘muncul’ kembali di hadapan khalayak, namun kapasitasnya bukan sebagai pejabat publik. Ke empatnya duduk di kursi terdakwa saat sidang kasus dugaan korupsi Rusunawa Tambak Sawah Sidoarjo, yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Putu Kisnu Gupta menyampaikan, berdasarkan audit inspektorat pemkab setempat, pengelolaan uang Rusunawa Tambak Sawah di Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo tersebut, menimbulkan pendapatan daerah berkurang serta nilai kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp9,7 miliar.

"Masing-masing didakwa jaksa penuntut umum tidak menjalankan jabatan sesuai tupoksi. Keempat terdakwa diduga membiarkan pengelolaan rusunawa," ujar Kisnu.

Dalam dakwaan, dipaparkan, Rusunawa Tambak Sawah dibangun di atas lahan pemdes, tapi biaya pembangunannya menggunakan anggaran dari Pemkab Sidoarjo. Sedang pengelolaannya dilakukan pihak ketiga dengan sejumlah ketentuan, di antaranya biaya operasional maksimal 40 persen dari pendapatan.

"Keempat terdakwa sebagai kadis seharusnya menjalankan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian," tandas dia.

Dalam pengelolaan itu, lanjut Kisnu, terdapat penyimpangan yang mengakibatkan pendapatan daerah berkurang. Masing-masing terdakwa dinilai tidak lalai, melainkan dengan sengaja membiarkan.

"Dari 2008 sampai 2022 tidak meminta laporan," imbuh Kisnu.

Dalam sidang itu, terdakwa Dwidjo dan Sulaksono tidak mempersoalkan dakwaan dimaksud. Namun, dua terdakwa, Agoes dan Heri, menyatakan keberatan dengan mengajukan eksepsi melalui pengacara masing-masing.

Descha Govindha, selaku pengacara Agoes, sontak menyatakan keberatan atas dakwaan JPU dan mengajukan eksepsi ke majelis hakim.

Berbeda dengan pengacara Heri Soesanto, Eman Mulyana mengaku masih mempelajari dakwaan JPU. Salah satu alasan pengajuaan eksepsi, adalah karena kliennya itu hanya sebagai Plt Kadis. (knis-kwan)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Senin, 02 Nov 2026 15:15 WIB | Peristiwa

BRIN Minta Petani Waspadai Begomovirus yang Bisa Ancam Produksi Sayuran

BRIN ingatkan petani Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Begomovirus, yang berpotensi mengganggu produksi hortikultura. ...
Senin, 02 Nov 2026 09:30 WIB | Peristiwa

Malang Autism Center. 11 Tahun Sahabat Bagi Anak Autisme melalui OTA

Selama 11 tahun Malang Autism Center kian memperkuat komitmen memberikan layanan terapi dan pendampingan bagi anak dengan autisme.  ...
Senin, 02 Nov 2026 07:05 WIB | Hukum

Kejati Jatim Dalami Fakta Persidangan Dugaan Pungli Perizinan Dinas ESDM

Kejati Jatim tegaskan komitmen tangani dugaan pungli ESDM Jatim secara profesional objektif, dan transparan.  ...
Senin, 02 Nov 2026 06:31 WIB | Peristiwa

AXIS Nation Cup. Laga Para Juara, Lahirkan Bibit Atlet Futsal Nasional

Melalui kompetisi ANC, AXIS dan FFI membuka peluang bagi atlet futsal berpotensi di jenjang lebih tinggi. ...
Jumat, 30 Okt 2026 10:30 WIB | Ekonomi

BRIN Gandeng BNI Ventures. Bantu UMKM dan Startup Berbasis Riset Tembus Pasar Komersial

BRIN kolaborasi dengan BNI Ventures ajak UMKM dan startup berbasis riset tembus pasar komersial. ...
Jumat, 30 Okt 2026 08:10 WIB | Hukum

PMII Desak Polda Jatim Tindak Tegas Pelaku Pengeroyokan di Kawasan PIER

PMII desak Polda Jatim tindak tegas pelaku pengeroyokan di Kawasan PIER. ...