x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

BPKH Hormati Proses Hukum Penyelidikan oleh KPK

Avatar bukti.id

Hukum

Jakarta – Saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelusuri dugaan korupsi pada layanan pendukung haji. Atas langkah tersebut, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengaku menghormati proses hukum yang sedang ditangani KPK.

Karena itu merupakan berkomitmen BPKH untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana haji. Pernyataan itu diungkapkan Kepala BPKH, Fadlul Imansyah.

“BPKH mendukung penuh proses hukum yang berjalan dan siap memberikan data yang diperlukan,” ujar Fadlul dalam keterangan resmi, Rabu (12/11/2025).

Fadlul menambahkan, pihaknya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada otoritas berwenang.

“Kami memastikan pengelolaan dana haji tetap profesional, aman, dan sesuai prinsip Good Corporate Governance,” ujar dia.

Terkait isu pengiriman barang jemaah haji 1446 Hijriah, BPKH menegaskan bahwa BPKH Limited di Arab Saudi bukan penyelenggara jasa kargo.

“BPKH Limited hanya bertindak sebagai mitra lokal yang bekerja sama dengan perusahaan logistik Indonesia berizin resmi,” tepis dia.

Menurut Fadlul, BPKH Limited tidak melakukan aktivitas penerimaan, pengangkutan, maupun pengawasan barang jemaah haji. Tanggung jawab operasional sepenuhnya berada pada pihak penyedia jasa kargo yang bekerja sama dalam skema bisnis.

Ditambahkan, seluruh keuntungan dari aktivitas investasi BPKH Limited dikembalikan dalam bentuk dividen ke BPKH pusat. Dana tersebut kemudian digunakan sebagai nilai manfaat bagi keuangan haji untuk membantu pembiayaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Diketahui, KPK menegaskan tengah membuka penyelidikan baru di lingkungan BPKH. Penyelidikan itu terkait dengan pengumpulan atau mobilisasi tarif pengiriman barang jemaah haji.

Namun, plt Deputi penindakan KPK, Asep Guntur tak menjelaskan secara detail penyelidikan yang ditangananinya.

"(Kasusnya) terpisah,” ujar Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu ke jurnalis, Rabu (12/11/2025).

Menurut Asep, KPK menerima informasi mengenai dugaan adanya pengumpulan tarif pengiriman barang dari jemaah haji. Penyelidik juga akan memeriksa fasilitas tempat tinggal, kategori, serta akomodasi yang diterima jemaah.

“Selain itu, kami mendapat informasi terkait pengiriman barang-barang jemaah. Ada dugaan bahwa pengumpulan atau mobilisasi biaya dilakukan oleh pihak tertentu. Kami sedang menelusuri apakah kerja samanya. Dilakukan dengan PT Pos, perusahaan swasta, atau ekspedisi lainnya,” papar dia.

Asep bilang, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya perbedaan tarif transportasi. Serta, pengiriman barang jemaah haji berdasarkan lokasi dan fasilitas yang diterima. (aditya)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Sabtu, 17 Okt 2026 15:10 WIB | Peristiwa

Awas, Jukir mBetik Bakal Disanksi. Pemkab Sidoarjo Seriusi Parkir DigitalĀ 

Oknum jukir nakal di Sidoarjo bakal disanksi, seiring penerapan parkir digital. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 14:42 WIB | Ekonomi

Petikemas Internasional TTL Melonjak 78,69 Persen, Tembus 389 Ribu TEUs

Arus petikemas internasional Terminal Teluk Lamong mencapai 389.682 TEUs hingga Agustus 2026, meningkat 78,69 persen secara tahunan. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 08:48 WIB | Pendidikan

Unibraw dan BRIN Ubah Limbah Pertanian Jadi Produk Kimia Bernilai Tambah

UB dan BRIN kolab kembangkan limbah pertanian jadi produk kimia. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 06:40 WIB | Peristiwa

Terminal Teluk Lamong Surabaya Raih Prestasi Internasional

Dalam ajang GPF Awards 2026 Singapura, anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, PT Terminal Teluk Lamong sukses meraih dua penghargaan. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 05:05 WIB | Peristiwa

Bunda Jelita, Tak Sekedar Berburu Tren. TP PKK Surabaya Bakal Dampingi Keluarga Bumil Hingga Lahiran

Pemkot dan TP PKK Surabaya dampingi keluarga Bumil hingga lahiran lewat Bunda Jelita. ...
Jumat, 16 Okt 2026 17:05 WIB | Peristiwa

Pemulihan Pascabencana. Enam Unit Arsinum Karya BRIN Dikirim Bertahap

Enam unit Arsinum karya BRIN dikirim ke Aceh, Sumut dan Sumbar untuk pemulihan pascabencana. ...