x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Jangan Tergiur Gaji Besar. nDilalah Lowongan Kerja Palsu

Avatar bukti.id

Peristiwa

Ketika proses rekrutmen jadi jalur masuk malware dan perdagangan manusia digital.

Surabaya – Ini merupakan bagian lanjutan tulisan tentang kejahatan dunia maya alias internet – yang ngetren disebut cyber crime – . Mayoritas pelaku kejahatan ini berdalih “dibuka lowongan kerja”. Mengingat ‘domain’ ini sangat diminati puluhan bahkan ratusan pencari kerja di tanah air. Paparan lengkapnya, begini.

Tren yang paling gampang menggoda dan paling sering disebut di laporan Google serta GASA adalah penipuan lowongan kerja online. Di permukaan, formatnya rapi: ada logo perusahaan besar, deskripsi pekerjaan yang terdengar profesional, dan janji gaji cukup tinggi untuk posisi yang pekerjaannya generik, misalnya “admin chat dari rumah, fleksibel, tanpa target berat”.

Pelaku meminjam bahasa HR sungguhan, lengkap dengan istilah onboarding, training, dan remote work, lalu menyebarkan iklan via platform lowongan, grup WA, hingga DM di media sosial. Di balik itu, skripnya hampir selalu sama, yaitu mengarahkan calon korban ke situs karier palsu, formulir pendaftaran, atau aplikasi “interview online” yang justru berisi Remote Access Trojan, pencuri password, atau modul yang bertugas mengintip aktivitas finansial di perangkat.

Dalam banyak kasus, permintaan data awal terdengar wajar, misalnya KTP, nomor rekening, atau NPWP dengan alasan untuk payroll dan administrasi HR. Setelah rasa percaya terbentuk, korban diminta menebus “biaya administrasi”, “deposit seragam”, atau “biaya training”, dan sebagian lainnya didorong untuk memasang aplikasi di luar Play Store dengan dalih “tools internal perusahaan”.

Ada pula dimensi yang lebih gelap, ketika lowongan palsu ini menjadi gerbang perekrutan paksa ke pusat-pusat scam lintas negara, dimana korban yang tadinya mencari pekerjaan layak justru dijadikan operator scam yang tugasnya menipu orang lain.

Globalisasi ala penipu di sini cukup sederhana, mereka tidak bicara supply chain industri 4.0, yang mereka butuhkan hanya aliran CV yang masuk dan calon korban yang rela mengisi data pada malam-malam ketika tagihan bulanan sedang menekan.

Bagi generasi muda yang terbiasa melihat lowongan di Instagram Story atau channel Telegram, bedain mana HRD sungguhan dan HRD palsu itu mirip membedakan mana kopi literan yang benar-benar pakai biji bagus dan mana yang cuma gula plus essence.

Bedanya, kalau kopi abal-abal paling banter bikin begadang dan naik asam lambung, sedangkan lowongan abal-abal bisa menguras tabungan, mencuri identitas, bahkan memaksa orang terlibat dalam lingkaran kejahatan yang jauh lebih besar dari yang mereka bayangkan ketika menekan tombol “Apply”.

 

Penipuan Berbaju AI. Dari aplikasi gadungan sampai deepfake yang minta transfer “Sekarang Juga”

Begitu AI jadi kata kunci favorit perusahaan teknologi, penipu tidak mau ketinggalan ikut menempelkan label yang sama.

Google dan sejumlah lembaga keamanan mencatat naiknya aplikasi dan situs yang meniru layanan AI populer, mulai dari chatbot, generator gambar, sampai tools produktivitas “super pintar”, namun sebenarnya tidak punya kemampuan berarti selain mencuri data dan mendorong korban ke langganan mahal.

Lembaga seperti GASA mencatat sekitar sepertiga korban merasa AI digunakan dalam penipuan yang menimpa mereka, entah untuk menulis pesan yang lebih meyakinkan, membuat situs yang tampak profesional, atau memproduksi suara dan video palsu.

Dari sisi visual, antarmuka aplikasi gadungan ini sering kali rapi, modern, dan meyakinkan, lengkap dengan klaim keamanan berlapis, padahal di belakang layar mereka mengumpulkan kredensial email, akun keuangan, atau akses ke berkas-berkas penting di perangkat.

Level yang lebih menakutkan datang ketika AI dipakai untuk manipulasi emosi secara langsung. Kasus-kasus deepfake suara dan video yang meniru anggota keluarga atau atasan, kemudian meminta transfer dana mendesak, memang lebih banyak terdokumentasi di luar negeri, tetapi fondasi logisnya sangat relevan di Indonesia yang budaya komunikasinya masih kuat mengandalkan kepercayaan personal.

Kombinasi nama panggilan yang tepat, nada suara yang menyerupai, dan konteks cerita yang masuk akal, misalnya “butuh biaya rumah sakit” atau “butuh dana talangan proyek”, membuat banyak orang tidak sempat berpikir panjang untuk memastikan sumber panggilan sebelum menekan tombol kirim. Di sini, AI bukan sekadar template teknologi, melainkan mesin amplifikasi, membuat trik lama menjadi jauh lebih halus dan jauh lebih sulit dibantah oleh korban.

Di tengah gempuran ini, platform besar tentu berusaha menambah lapisan proteksi, tapi kenyataannya ada batas seberapa jauh filter otomatis bisa bekerja. Aplikasi AI palsu bisa lolos sebentar sebelum ditendang keluar, ekstensi browser berbahaya bisa sempat diunduh sebelum ditandai, dan kampanye iklan yang mengarahkan ke situs scam bisa punya umur beberapa hari sebelum dihapus.

Dalam rentang waktu singkat itu, sudah cukup banyak korban yang iseng coba, lupa membaca syarat, dan mengizinkan akses yang mestinya tidak pernah disetujui. Pada akhirnya, narasi “AI akan memudahkan hidup” punya versi bayangan yang jarang muncul di panggung konferensi, yaitu AI yang memudahkan hidup para penipu. (cebe-sumber: titikterang.co.id)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Rabu, 03 Jun 2026 17:55 WIB | Hukum

Eks Kepala BGN Jadi Tahanan Kejagung

Kejagung RI menahan eks Kepala dan dua Wakil Kepala BGN. ...
Rabu, 03 Jun 2026 09:05 WIB | Hukum

Sejak Dini Hari, Penyidik Kejagung Geledah Kantor BGN

Kejagung geledah kantor pusat BGN, sehari setelah Dadang dicopot jadi Kepala BGN. ...
Rabu, 03 Jun 2026 08:34 WIB | Pemerintahan

Gonjang-Ganjing BGN. Presiden Prabowo Copot Dadan, Nanik Naik Tahta

Presiden Prabowo copot Dadan dari Kepala BGN dan diganti Nanik, di tengah sorotan tajam terhadap pelaksanaan Program MBG. ...
Rabu, 03 Jun 2026 06:10 WIB | Pemerintahan

Dadan Dicopot sebagai Kepala BGN. Mensesneg: untuk Pastikan Program MBG Berjalan Efektif

Presiden Prabowo Subianto lakukan pergantian pimpinan BGN sebagai upaya memastikan program prioritas nasional berjalan efektif. ...
Rabu, 03 Jun 2026 05:05 WIB | Hukum

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Gedung Pemkab Lamongan

KPK tahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kantor Pemkab Lamongan. ...
Selasa, 02 Jun 2026 20:20 WIB | Ekonomi

Juni ini Tiga Bansos Cair Lagi. Dari PKH hingga Kartu Sembako

Juni ini, Kemensos kembali salurkan berbagai program bansos dari PKH hingga Kartu Sembako. ...