Perang Timur Tengah. Dubes Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Bakal Berjalan Aman
Jakarta – Timur tengah perang. Timur tengah membara akibat serangan USA-Israel ke Iran. Namun demikian, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi menyatakan pelaksanaan ibadah haji pada 2026 dipastikan bakal tetap berlangsung aman dan sesuai rencana.
Dubes Faisal menegaskan kondisi keamanan di negaranya tetap terjaga, meski di kawasan Timur Tengah tengah terjadi perang.
“Kerajaan Arab Saudi Alhamdulillah sampai saat ini tetap aman,” tandas Dubes Faisal di Jakarta, Selasa (24/3/2026).
Dijelaskan, seluruh persiapan penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar sesuai rencana. Kerajaan Arab Saudi telah menetapkan rencana ibadah haji tahun ini dan semuanya tidak ada kendala.
“Semuanya akan berjalan dengan lancar,” kata dia menyakinkan.
Sebelumnya, pada 13 Maret 2026, Faisal juga telah menyampaikan bahwa berbagai persiapan untuk musim haji telah dilakukan secara matang tanpa kendala berarti.
“Insya Allah persiapan berjalan lancar. Sesuai dengan rencana dan insya Allah tidak ada dampak apa pun,” ujar dia.
Faisal juga memastikan penerbangan yang mengangkut jemaah haji menuju Arab Saudi tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat Indonesia tidak khawatir kondisi keamanan maupun kelancaran ibadah haji tahun ini.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, diharapkan seluruh rangkaian ibadah haji 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Pelaksanaan ibadah haji 2026/1447 H direncanakan dimulai dengan keberangkatan kloter pertama dari Indonesia 22 April 2026.
Puncak haji, yaitu wukuf di Arafah, diperkirakan jatuh 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 H). Rangkaian ibadah haji akan berlangsung di tengah tahun, dengan kepulangan jemaah dimulai awal Juni 2026.
Pada 2026 ini, jumlah jemaah haji Indonesia ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah. Kuota tersebut terdiri dari 203.320 jemaah reguler (termasuk lansia) dan 17.680 jemaah haji khusus. (aditya)
Editor : heddyawan