x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Perempuan Desa Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga. Ini Harapan Menteri PPPA

Avatar bukti.id

Ekonomi

Jakarta – Siapa bilang perempuan hanya boleh berpangku tangan bila berkaitan dengan perekonomian keluarga. Bahkan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyakini jika keterlibatan perempuan desa berpotensi memperkuat ekonomi lokal, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan produktif berbasis masyarakat desa. Demikian disampaikan, melalui keterangannya pada 

Selanjuntya, Arifah mencontohkan apa yang ditunjukkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Berkah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. 

“Mereka menunjukkan peran krusial perempuan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan keluarga,” ujar Arifah di Cilacap, dalam sebuah acara, Minggu (5/4/2026).

Menurut Arifah, pemanfaatan pekarangan rumah untuk kegiatan pertanian akan membantu keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Ini sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga serta meningkatkan kemandirian pangan keluarga.

“Hasil kebun dapat dimanfaatkan untuk konsumsi rumah tangga. Sehingga hal ini membantu mengurangi pengeluaran sekaligus meningkatkan kualitas asupan pangan,” ujar dia.

Arifah bilang pengembangan pertanian skala rumah tangga melalui KWT juga menjadi ruang belajar bagi perempuan. Pasalnya, langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan serta kapasitas dalam mengelola usaha.

“Upaya seperti ini perlu terus diperkuat agar perempuan memiliki akses dan kemampuan yang lebih besar. Khususnya dalam mengelola sumber daya di sekitarnya,” ucap dia.

Menteri menilai penguatan peran perempuan di sektor pertanian rumah tangga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga. Dengan demikian, perempuan dapat berperan lebih optimal dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya mendukung kegiatan KWT Maju Berkah sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat desa. Di antaranya melalui pemberdayaan perempuan dan ketahanan pangan k.

“Selain mengelola kebun, komunitas ini juga mulai mengembangkan sektor perikanan sebagai sumber ekonomi tambahan,” ucap Ammy seraya memperkirakan berat panen yang dihasilkan KWT tersebut mencapai 700 gram hingga satu kilogram per ekor. (hari)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 15:10 WIB | Peristiwa

Awas, Jukir mBetik Bakal Disanksi. Pemkab Sidoarjo Seriusi Parkir DigitalĀ 

Oknum jukir nakal di Sidoarjo bakal disanksi, seiring penerapan parkir digital. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 14:42 WIB | Ekonomi

Petikemas Internasional TTL Melonjak 78,69 Persen, Tembus 389 Ribu TEUs

Arus petikemas internasional Terminal Teluk Lamong mencapai 389.682 TEUs hingga Agustus 2026, meningkat 78,69 persen secara tahunan. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 08:48 WIB | Pendidikan

Unibraw dan BRIN Ubah Limbah Pertanian Jadi Produk Kimia Bernilai Tambah

UB dan BRIN kolab kembangkan limbah pertanian jadi produk kimia. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 06:40 WIB | Peristiwa

Terminal Teluk Lamong Surabaya Raih Prestasi Internasional

Dalam ajang GPF Awards 2026 Singapura, anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, PT Terminal Teluk Lamong sukses meraih dua penghargaan. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 05:05 WIB | Peristiwa

Bunda Jelita, Tak Sekedar Berburu Tren. TP PKK Surabaya Bakal Dampingi Keluarga Bumil Hingga Lahiran

Pemkot dan TP PKK Surabaya dampingi keluarga Bumil hingga lahiran lewat Bunda Jelita. ...