Pembangunan Inklusif. Lamongan Gencarkan Program Responsif Gender
Lamongan, bukti.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus memperkuat komitmen mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan melalui strategi Pengarusutamaan Gender (PUG). Upaya ini dilakukan untuk memastikan perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang setara dalam berpartisipasi, berkembang, serta memperoleh manfaat pembangunan.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengintegrasikan perspektif gender ke dalam seluruh tahapan pembangunan daerah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi kebijakan dan program pemerintah.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengatakan, keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong kesetaraan gender tercermin dari peningkatan alokasi Anggaran Responsif Gender (ARG).
Pada 2023, alokasi tersebut tercatat sebesar 50,74 persen dan meningkat menjadi 54,03 persen pada 2026. Seiring dengan itu, jumlah program yang mengakomodasi perspektif gender juga mengalami peningkatan. Dari sebelumnya 337 program pada 2023, kini bertambah menjadi 460 program pada 2026.
Menurut Yuhronur, pembangunan inklusif tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan dan pemerataan, tetapi juga memastikan seluruh masyarakat tanpa membedakan gender mendapatkan ruang dan kesempatan yang sama.
"Menurut kami pembangunan inklusif adalah perempuan dan laki-laki yang memperoleh kesempatan setara untuk berpartisipasi, berkembang, mendapatkan perlindungan, dan juga menikmati manfaat pembangunan. Komitmen ini yang terus kami upayakan di Lamongan," kata Yuhronur di Lamongan, dikutip Senin (2/11/2026).
Capaian kesetaraan gender di Lamongan juga terlihat dari perkembangan Indeks Pembangunan Gender (IPG). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Lamongan, nilai IPG meningkat dari 88,99 pada 2021 menjadi 90,28 pada 2025. Angka tersebut menunjukkan semakin kecilnya kesenjangan capaian pemkbangunan manusia antara perempuan dan laki-laki.
Bahan, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Lamongan juga menunjukkan tren positif. Nilainya menurun dari 0,423 pada 2021 menjadi 0,219 pada 2025. Penurunan tersebut mencerminkan semakin berkurangnya ketimpangan gender dalam berbagai aspek pembangunan.
Pemkab Lamongan berharap penguatan PUG dapat terus mendorong terciptanya kebijakan dan program pembangunan yang lebih adil, inklusif, serta mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, perempuan maupun laki-laki memiliki peran dan kontribusi yang sama dalam mendukung kemajuan Kabupaten Lamongan. (benny-heddy)
Editor : heddyawan