Lamongan, bukti.id – Pemanfaatan teknologi digital, petani dan pembudidaya dapat menjalankan aktivitas produksi secara lebih terukur karena didukung data yang dapat dipantau setiap hari.
“Karena itu, memungkinkan mereka mengambil keputusan secara lebih tepat dalam mengelola usaha pertanian maupun perikanan budidaya,” ujar anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Labib A, saat kegiatan di Kampung Kerapu, Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Lamongan, Selasa (3/11/2026).
Baca juga: Pembangunan Inklusif. Lamongan Gencarkan Program Responsif Gender
Kehadiran politisi Fraksi Partai Golkar di Lamongan itu, pada kegiatan Akselerasi Modernisasi Pertanian dan Perikanan Budidaya Berbasis IoT serta Pemanfaatan Data untuk Peningkatan Kesejahteraan Petani dan Pembudidaya.
"Digitalisasi ini penting karena menjembatani pengalaman mereka sebagai petani dan petambak dengan teknologi yang memungkinkan proses bertani dan beternak dilakukan secara lebih efisien dan terukur. Ada data yang bisa dicek hari per hari," ujar dia.
Baca juga: BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal
Labib menjelaskan, penerapan teknologi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi, khususnya dalam menghemat kebutuhan pakan, mengurangi tingkat kematian ikan, serta meningkatkan bobot ikan hasil budidaya. Apabila ketiga aspek tersebut dapat tercapai secara optimal, produktivitas dan kesejahteraan petani maupun pembudidaya diharapkan turut meningkat.
"Memang ini baru lima bulan, tetapi sebenarnya manfaatnya sudah bisa terasa sekarang. Yang penting, petani bisa melakukan banyak aktivitas lain, tetapi tetap bisa menjalankan aktivitas tambaknya. Jadi, produktivitas tetap terjaga dan mereka juga bisa melakukan kegiatan lainnya," kata dia.
Baca juga: Pemkab Lamongan Yakin, 2026 Produksi Padi Melimpah
Sebagai ‘tuan rumah’, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melaporkan di kawasan Kampung Kerapu terdapat sekitar 300 hektar lebih, dan perputaran ekonomi juga sangat luar biasa. Dalam satu tahun mampu panen 1800 ton dengan perputaran ekonomi sebesar Rp174 miliar di tahun 2025 kemarin.
Pemerintah Lamongan berharap, penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) atau Internet untuk Segala dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat sektor pangan nasional, sekaligus mendorong transformasi digital yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan pembudidaya ikan di Kabupaten Lamongan. (benny-heddy)
Editor : heddyawan