x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

KJI Kecam Oknum Pendemo Tolak Omnibus Law

Avatar bukti.id

Peristiwa

Jember, bukti.id – Demonstrasi gelombang kedua menolak pemberlakuan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang dipelopori ratusan mahasiswa, yang tergabung dalam Aliansi Jember Menggugat (AJM), di depan Gedung DPRD Jember, Kamis (22/10/2020), berujung ricuh dan berbuntut panjang.  

Sejumlah pendemo melakukan pelemparan batu maupun petasan ke arah Gedung DPRD Jember. Aksi anarkis itu menyebabkan kerusakan fisik di sejumlah titik di gedung wakil rakyat.

“Tidak hanya itu, sejumlah jurnalis yang meliput di lokasi demonstrasi, juga menerima ancaman dari sejumlah pendemo,” ujar Ketua Komunitas Jurnalis Independen (KJI), Dody Bayu Prasetyo, melalui rilisnya, Jumat (23/10/2020).

Ini diketahui berdasarkan kesaksian sejumlah jurnalis sekaligus bukti rekaman video, yang menunjukkan adanya ancaman dari pendemo kepada jurnalis yang melakukan peliputan di lapangan.

Di dalam video tersebut, imbuh Dody, tampak jelas seorang pria dan rekan-rekannya mengancam jurnalis agar tidak meneruskan mengambil gambar atau video. Tidak hanya itu, oknum tersebut juga mengacung-acungkan martil kepada jurnalis serta melempar bambu, sehingga mengenai salah satu jurnalis.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, saat kericuhan pecah.

“Padahal, posisi jurnalis yang menerima ancaman tersebut, saat itu berada di posisi yang seharusnya. Yakni di belakang pembatas kawat,” tukas dia.

Tercatat sekitar 10 jurnalis baik dari berbagai media yang saat itu menerima ancaman. Di antaranya jurnalis JTV, Kompas TV, Antara, dan media lain.

Terkait peristiwa yang sangat disayangkan tersebut, (KJI) bereaksi dan menyatakan sejumlah sikap. Yakni, mengutuk keras tindak ancaman yang dilakukan sejumlah oknum pendemo kepada para jurnalis yang meliput. Apalagi mengingat posisi jurnalis saat itu berada pada tempat yang seharusnya, yakni di sisi dalam pembatas kawat.

Meminta kepolisian untuk mengusut pelaku pengancaman atau persekusi di tengah demonstrasi kepada jurnalis yang meliput.

“Mengimbau koordinator aksi untuk membantu aparat dalam mengungkap pelaku pengancaman kepada jurnalis yang meliput aksi demonstrasi,” ujar dia.

Terakhir, tambah dia, KJI sangat menghormati proses penyampaian aspirasi warga negara melalui aksi turun ke jalan atau demonstrasi.

“Namun hendaknya tetap menjaga ketertiban dan tidak memperkusi pekerja media atau jurnalis yang bertugas untuk menginformasikan peristiwa kepada masyarakat,” pungkas Dody. (edd) 

 

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Senin, 26 Okt 2026 21:18 WIB | Ekonomi

BRI HR Muhammad Surabaya Kenalkan BRImo dan Aset Lelang di Reuni Alumni UB

SURABAYA - BRI Branch Office (BO) HR Muhammad Surabaya memanfaatkan Reuni Alumni Universitas Brawijaya (UB) di Malang pada 24–25 Oktober 2026 untuk memperluas p ...
Sabtu, 24 Okt 2026 19:30 WIB | Peristiwa

Sinergi Pemprov dan Pedagang Kaki Lima Didorong Berlanjutan

APKLI Jatim bakal gelar pelantikan DPW dan pengukuhan 38 DPD se-Jatim. ...
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...