x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Nah loh... Ada Perusahaan Baru yang Terlibat. KPK Buru Tersangka Lain

Avatar bukti.id

Hukum

Jakarta, bukti.id – Banyak perusahaan baru yang ikut terlibat dalam proyek bantuan sosial (bansos) Covid-19 Jabodetabek.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penyidik nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Andre Dedy Nainggolan.

Dimana dalam proyek tersebut telah diperkarakan, karena ditemukan adanya dugaan suap kepada mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara dan anak buahnya.

“Ini juga menarik, karena putusan selain juga perusahaan-perusahaan yang ikut dalam 109 penyedia itu bukan hanya mereka, tidak. Bukan hanya mereka perusahaan yang benar-benar tidak kompeten untuk penyediaan sembako di keseluruhan, tapi juga ada perusahaan-perusahaan yang (baru) muncul. Seperti terlahir terbentuk hanya untuk hadir dipenyediaan bansos, ini salah satu yang kita sayangkan ini terjadi,” ujar Andre kepada jurnalis, di Jakarta, Rabu (7/7/2021).

Hal itu pun membuktikan bahwa adanya pihak-pihak yang dianggap ‘aji mumpung’ dalam proyek bansos yang telah menyeret Juliari Batubara cs. Padahal Covid-19 telah berdampak pada masalah ekonomi hingga kesehatan masyarakat.

“Bagaimana masyarakat mengalami permasalahan perekonomian, bukan Cuma perekonomian, kesehatan juga jadi sadari bahwa masyarakat itu mungkin di level bawah itu mereka bisa mengalami dua kerugian, pertama mereka kehilangan mata pencaharian perekonomian menurun, mereka juga bagian terpapar dari Covid-19, itu sangat mengenaskan,” unglap Andre.

Selain itu, Andre menyebut uang yang digunakan dalam perkara suap bansos Covid-19, yang menjerat Juliari Peter Batubara belum semuanya terungkap. Menurut dia, baru sebagian kecil uang suap yang terungkap dalam perkara tersebut baru.

“Uang suap yang diterima Juliari Batubara itu diduga baru sebagian kecil,” jelas Andre.

Andre menjelaskan, bahwa didalam dakwaan, Juliari menerima uang suap sebanyak Rp32 miliar. Uang itu diibaratkannya sebagai ‘uang rokok’ saja. Sebab, total anggaran untuk penyediaan bansos sebesar Rp6,8 triliun.

“Dalam tanda kutip itu sekadar uang rokok untuk operasional kepada pejabat di Kementerian Sosial dan Menteri Sosial,” ungkap Andre. (edd)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Rabu, 03 Jun 2026 17:55 WIB | Hukum

Eks Kepala BGN Jadi Tahanan Kejagung

Kejagung RI menahan eks Kepala dan dua Wakil Kepala BGN. ...
Rabu, 03 Jun 2026 09:05 WIB | Hukum

Sejak Dini Hari, Penyidik Kejagung Geledah Kantor BGN

Kejagung geledah kantor pusat BGN, sehari setelah Dadang dicopot jadi Kepala BGN. ...
Rabu, 03 Jun 2026 08:34 WIB | Pemerintahan

Gonjang-Ganjing BGN. Presiden Prabowo Copot Dadan, Nanik Naik Tahta

Presiden Prabowo copot Dadan dari Kepala BGN dan diganti Nanik, di tengah sorotan tajam terhadap pelaksanaan Program MBG. ...
Rabu, 03 Jun 2026 06:10 WIB | Pemerintahan

Dadan Dicopot sebagai Kepala BGN. Mensesneg: untuk Pastikan Program MBG Berjalan Efektif

Presiden Prabowo Subianto lakukan pergantian pimpinan BGN sebagai upaya memastikan program prioritas nasional berjalan efektif. ...
Selasa, 02 Jun 2026 17:05 WIB | Peristiwa

Gubernur Khofifah Sambut Kepulangan 378 Jemaah Haji Kloter I di Asrama Haji Surabaya

Gubernur Khofifah sambut kepulangan jemaah haji Kloter I Debarkasi Surabaya di Asrama Haji Surabaya. ...
Selasa, 02 Jun 2026 16:10 WIB | Peristiwa

13 Kali Pemkab Sidoarjo Pertahankan Opini WTP di BPK Jatim

Untuk kali ke 13, Kabupaten Sidoarjo raih opini WTP dari BPK Jawa Timur. ...