x iklan_super_apps
x iklan_super_apps

Potensi Pupuk Hayati dari Rumput Laut dan Limbah Perikanan

Avatar bukti.id
bukti.id
Minggu, 22 Agu 2021 07:26 WIB
Komisi DPR
bukti.id leaderboard

Jakarta, bukti.id – Persoalan pupuk selalu menjadi pokok bahasan dalam peningkatan produksi pertanian memiliki banyak alternatif untuk memenuhi kebutuhannya.

Hal itulah yang diungkapkan anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin.

Akmal menerangkan, di samping limbah kotoran hewan yang dipadukan dengan limbah tanaman yang selama ini sudah berjalan. Seperti, kombinasi sapi sawit, limbah sapi, kambing dengan tebu atau batang padi.

“Kini alternatif pengembangan pupuk hayati dari rumput laut, dan limbah perikanan menjadi harapan untuk menutupi kekurangan kebutuhan pupuk,” ujar Akmal, dalam berita rilisnya, Sabtu (21/8/2021).

Akmal memaparkan, persoalan pupuk organik dari limbah ternak dikategorikan pada dua masalah, yakni persoalan volume dengan efektifitas kecil dan persoalan emisi karbon. Di sisi lain, efektifitas pupuk kimia yang efisien terhadap jumlah volume masih terus menjadi andalan, meski lama-kelamaan merusak struktur tanah dalam kurun waktu tertentu.

“Formula produksi pupuk hayati berbasis rumput laut dan limbah perikanan kami harapkan memiliki efisiensi yang kuat setara pupuk kimia, sehingga dalam jangka pendek dapat memenuhi kebutuhan kekurangan pupuk di kalangan petani,” urai Akmal.

Indonesia, imbuh Akmal, merupakan salah satu negara penghasil rumput laut terbesar di dunia. Namun, Indonesia belum mampu mengoptimalkan potensi ini untuk kebutuhan dunia.

“Terbukti, banyak hasil olahan produk makanan yang berbahan baku rumput laut malah dipasok dari Jepang dan Thailand yang juga masuk di pasar-pasar retail modern di Indonesia,” cetus Akmal.

Menurut Akmal, memaksimalkan komoditas rumput laut ini selain untuk kebutuhan pangan manusia, limbahnya masih juga bermanfaat dioptimalkan untuk pupuk.

Akmal menerangkan, berdasarkan dari beberapa kajian yang ada di perguruan tinggi, rumput laut Indonesia dapat diolah jadi gula hingga bioetanol. Selain ramah lingkungan, olahan rumput pengganti pupuk kimia ini juga diproduksi dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan dan melimpah.

“Saya berharap, KKP serius mengembangkan pupuk hayati dari rumput laut dan limbah perikanan sebagai alternatif menyelesaikan persoalan pupuk nasional, baik pupuk subsidi maupun non subsidi. Ketika ini sudah terealisasi, kita semua berharap pada upaya ini akan memberikan manfaat dan peningkatan ekonomi nasional, sehingga daya beli masyarakat dikalangan petani dan nelayan dapat meningkat di kemudian hari,” urai Akmal. (hea)

Editor : heddyawan

bukti.id horizontal
Artikel Terbaru
Minggu, 21 Apr 2024 19:32 WIB | Seni Budaya
FPK Jatim gelar halal bihalal dihadiri sejumlah seniman dan budayawan. ...
Selasa, 16 Apr 2024 10:32 WIB | Hukum
KPK tetapkan Bupati Sidoarjo, Gus Muhdlor sebagai tersangka kasus korupsi di BPPD Sidoarjo. ...
Sabtu, 30 Mar 2024 19:23 WIB | Seni Budaya
Mengulang kegiatan tahun sebelumnya, FPK Pasuruan gelar Tadarus Puisi di Bulan Suci. ...