x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

DPR Skeptis, Ingatkan Rawan Praktik Manipulasi

Avatar bukti.id

Wakil Rakyat

Jakarta, bukti.id – Akhir Maret lalu di Bali, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, sempat melempar kalimat istilah digitalisasi Pemilu 2024 dengan penerapan e-voting.

Atas ungkapan Menkominfo tersebut, anggota DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, angkat bicara.

Politisi Senayan yang menjabat Ketua Komisi II DPR RI itu menyatakan, wacana penerapan pemungutan suara secara elektronik (e-Voting) pada Pemilu 2024 perlu kajian matang.

“Jika tak siap, maka penerapan e-voting justru akan membawa dampak buruk dalam pesta demokrasi,” ingat Doli, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (5/4/2022).

Waketum Partai Golkar itu bilang,”Ini yang sebetulnya harus kita kaji bersama-sama. Kalau e-voting menurut saya kita harus hati-hati betul karena juga di beberapa negara berkembang, e-voting ini juga sudah mulai terkoreksi karena juga rawan praktik manipulasi, karena banyaknya hacker dan sebagainya,”.

Dibanding harus fokus terhadap wacana penerapan e-Voting, Doli berpandangan bahwa lebih baik melakukan evaluasi terhadap sejumlah tahapan yang dilakukan secara elektronik. Dia juga menyinggung penerapan e-Recap atau rekapitulasi suara secara elektronik.

“Mungkin e-recap itu yang perlu kita sekarang evaluasi apa kekurangannya, mungkin itu dulu yang bisa kita lakukan atau tahapan yang bisa kita lakukann menggunakan sistem elektronisasi atau ada tahapan yang lain sebelum kita membahas secara detail tentang e-voting,” ujar dia.

Doli menambahkan,“Jadi kalau saya itu skeptis terhadap e-voting itu, karena mungkin masih ada sistem yang lain untuk voting yang lebih aman, yang lebih bisa dipertanggungjawabkan untuk menghasilkan, betul-betul suara rakyat itu lah yang menjadi hasil akhir pemilu,”.

Sekedar mengingatkan, Menkominfo Johnny mendorong digitalisasi Pemilu 2024 dengan penerapan e-voting. Hal ini disampaikan Johnny pada Rapat Koordinasi Digitalisasi Pemilu Untuk Digitalisasi Indonesia, Hilton Resort Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (22/3/2022) silam.

Menurut Jhonny, pengadopsian teknologi digital dalam pemilu ini memiliki manfaat guna mewujudkan efektivitas dan efisiensi dalam proses kontestasi politik yang legitimate baik. Mulai dalam tahapan pemilih, verifikasi identitas pemilih, pemungutan suara, penghitungan suara, hingga transmisi serta tabulasi hasil pemilu.

“Melalui pemungutan suara online yang bebas, adil dan aman, serta melalui sistem e-vote atau internet voting,” ujar Johnny dikutip dari laman resmi Kominfo. (hea)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Kamis, 10 Sep 2026 16:35 WIB | Peristiwa

Dampak Kekeringan di Malang. PTPN I Regional 5 Salurkan Air Bersih

PTPN I Regional 5 salurkan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Malang. ...
Rabu, 09 Sep 2026 08:02 WIB | Peristiwa

Peneliti Rekonstruksi Sejarah Erupsi Gunung Api Berdasar Karakterisasi Endapan Material Vulkanik

Rekonstruksi sejarah erupsi gunung api bisa berdasar pada karakteristik material vulkanik. ...
Rabu, 09 Sep 2026 05:10 WIB | Peristiwa

Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Lima Jurnalis Hilang Kontak

Lima jurnalis hilang kontak saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau, FPI bantu pencarian. ...
Senin, 07 Sep 2026 18:10 WIB | Peristiwa

Sekolah Kader GMNI Surabaya. Tri Prakoso: Literasi, Pondasi Membaca Realitas yang Terjadi

Rendahnya literasi, melemahkan kemampuan analisis, paparan penting pada Sekolah Kader GMNI Surabaya. ...
Senin, 07 Sep 2026 05:31 WIB | Peristiwa

Hari Aksara Internasional. Tanamkan Aksara Jawa Sebagai Warisan Budaya Bagi Generasi Muda

Lomba Menulis Aksara Jawa warnai Hari Aksara Internasional di Surabaya. ...
Minggu, 06 Sep 2026 19:30 WIB | Peristiwa

Ricuh. Konferda DPD GMNI Jatim di Nganjuk

Konferda DPD GMNI Jatim ricuh. Diduga dipicu intervensi parpol dan sokongan dana. ...