Connect with us

Di Malang dan Batu

Legislator Desak Perhatian Khusus untuk Produktivitas Tebu


Malang, bukti.id – Turunnya angka produktivitas tebu dan kondisi petani tebu di Jawa Timur, khususnya di area Malang dan Batu, mendapatkan perhatian serius legislator.

Sangat beralasan jika Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Erma Rini menyampaikan dirinya ikut merasakan keprihatinan yang dirasakan para petani tebu di area Malang dan Batu, yang produktivitas tebunya turun akibat kurangnya lahan. Padahal kenyataannya, pabrik gula di Jawa Timur terbilang cukup banyak.

Empati itu disampaikannya saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Batu, dalam rangka menggali informasi terkait Permasalahan Pengembangan Tebu di wilayah Malang dan Batu, belum lama ini.

“Presiden pernah bilang bahwa harusnya kita bisa menjadi swasembada gula karena produksi tebu yang banyak khususnya di provinsi Jawa Timur. Masalahnya adalah pasokan tebu sangat kurang, padahal sudah ada pabrik gula di beberapa wilayah di jawa timur,” ungkap Anggia.

“Jadi tentu pada pertemuan kali ini kita membutuhkan informasi untuk dijadikan landasan dan dirapatkan di jakarta. Kita komisi IV punya komitmen sangat kuat terhadap petani tebu,” imbuh Anggia.

Lebih lanjut, Anggia sampaikan bahwa merasa sangat aneh dengan kebijakan pemerintah yang menghapus peraturan pabrik gula baru harus mempunyai lahan minimal 20 persen.

Saat ini, tambah Anggia, banyak pabrik tebu yang bermunculan namun sebenarnya bahan baku sangat kurang. Banyaknya pabrik gula namun pasokan tebu yang kurang diibaratkannya sebagai tebu wisata.

“Mereka punya pabrik tapi tidak punya lahan binaan sendiri, jadi tebu dari Malang dikirim ke Madiun, dari Madiun ke Blitar, dari Blitar ke Malang lagi, ini yang disebut tebu wisata,” ujar politisi Fraksi PKB itu.

Anggia pun memberikan solusi yang bisa diambil, yaitu dengan perluasan lahan dan menjalin mitra kerja baik dengan para petani, sebab gula dihasilkan dari tebu, bukan dari pabrik.

“Solusinya ya kita jalin mitra kerja dengan para petani tebu di Jawa Timur ini, khususnya di Kabupaten Malang. Karena sebenarnya produksi gula ada di tebu, bukan di pabriknya. Jadi jawabannya adalah perluasan lahan, bukan dengan pendirian pabrik baru tanpa lahan. Karena ini untuk menambah kekurangan produksi sebanyak 1,3 juta ton,” usul Anggia. (edd)

Click to comment

bukti.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Trending