x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Bikin Pernyataan Nyeleneh, Menkes Budi Disemprit Wakil Rakyat

Avatar bukti.id

Komisi DPR

Jakarta - Belakangan, pamor Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sodikin mengungguli popularitas kaum selebritas tanah air. Bukan karena prestasi, tapi cenderung gegara ungkapan yang keluar dari mulutnya. Bahkan, ulah Menkes Budi menjadi sorotan tajam dari anggota DPR RI akibat sejumlah pernyataan publiknya, yang dinilai tidak sensitif dan mencederai perasaan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi menyoroti dua pernyataan Budi yang dinilainya tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat negara serta menyampaikan kritik tegas dan meminta Menkes agar lebih bijak dalam berkomunikasi di ruang publik.

“Harusnya Pak Menteri lebih bicara yang teduh, yang membuat masyarakat ini menerima informasi dari Kementerian Kesehatan ini membuat masyarakat terasa senang, damai, bahagia. bahkan pak menteri kan juga menyampaikan Kementerian Kesehatan berupaya dengan segala program untuk meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia. tapi saya merasa statement pak menteri itu justru Ironi atau justru sebaliknya,” tukas Nurhadi, saat Raker Komisi IX dengan Menkes, DJSN, Dirut BPJS Kesehatan, PERSI dan ARSSI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025)

Pernyataan kedua Budi yang dikritik, adalah soal perbandingan antara orang dengan gaji Rp5 juta dan Rp15 juta, di mana Menkes disebut menyatakan bahwa orang yang berpenghasilan Rp5 juta pasti tidak pintar dan tidak sehat. Karena di beberapa pelosok daerah seperti di desa, menurutnya orang dengan penghasilan Rp5 juta bisa membeli sayur dan lauk serta hidup sejahtera.

“Walaupun mungkin pendapatan-pendapat saya itu secara parsial hanya di pelosok desa. tapi saya minta tolong pak menteri untuk statement berikutnya lebih baik dan lebih bijaksana, lebih adem bisa diterima masyarakat luas Indonesia menuju Indonesia semakin sehat berdaulat,” tambah dia.

Senada dengan Nurhadi, anggota Komisi IX lainnya, Ranny Fahd A. Rafiq menilai bahwa pernyataan Menkes Budi mencerminkan ketidakpekaan sosial terhadap kondisi masyarakat kelas bawah. Ranny menegaskan, ucapan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga berpotensi memperdalam luka sosial akibat ketimpangan struktural.

“Pak menteri sebagai pejabat negara tidak berhati-hati dalam berbicara di ruang publik. Pesan pembangunan yang disampaikan dengan cara menyinggung atau mencederai rasa sosial masyarakat. Pernyataan ini tampak menyalahkan masyarakat dari ketimpangan struktural,” ujar Ranny. (bepe)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Minggu, 19 Jul 2026 08:34 WIB | Peristiwa

Tokoh Penggerak UMKM Ari Prabowo Berjanji Sinergikan Pariwisata dan UMKM

Jadi Ketum GEMI, Ari berjanji sinergikan pariwisata dan UMKM. ...
Sabtu, 18 Jul 2026 11:42 WIB | Peristiwa

Sah. Ari Prabowo Terpilih Jadi Ketum MANTRA periode 2026–2031

Munas I MANTRA sepakat memilih Ari Prabowo sebagai Ketum MANTRA periode 2026-2031. ...
Sabtu, 18 Jul 2026 08:08 WIB | Peristiwa

MANTRA Gelar Munas I di Surabaya. Fokus Tingkatkan Kualitas SDM Konstruksi

Munas I Mantra momen penting bagi pekerja konstruksi Indonesia. ...
Jumat, 17 Jul 2026 05:10 WIB | Peristiwa

Urai Kemacetan Gedangan. Sidoarjo Bakal Miliki Flyover di Lokasi ini

Urai kemacetan di Gedangan, Pemkab Sidoarjo bakal bangun flyover. ...
Jumat, 17 Jul 2026 04:05 WIB | Hukum

Beli Solar Subsidi Ber-barcode Kerjasama Operator SPBU, Hendrik Setiawan dan Rudi Agus Jalani Sidang

Sidang perkara pembelian BBM solar subsidi, majelis hakim pertanyakan status operator SPBU. ...
Kamis, 16 Jul 2026 05:10 WIB | Hukum

Buat Transaksi Keuangan Fiktif SD Kristen Cita Hati Pakuwon, Goli Korlita Jadi Terdakwa

Merekayasa transaksi fiktif, Goli Korlita jadi terdakwa di PN Surabaya. ...