x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Dugaan Intimidasi Kematian Dokter Icha. Kemenkes Bentuk Tim Investigasi

Avatar bukti.id

Peristiwa

Jakarta – Kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr. Icha masih menyisakan misteri. Bahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menurunkan tim investigasi terhadap kematian dokter berusia 27 tahun tersebut.

Langkah itu dilakukan untuk mengusut dugaan intimidasi yang diduga diterima dr. Icha, saat menjalankan tugas sebagai tenaga medis.

Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes RI, dr. Yuli Farianti menegaskan, dugaan bakal diproses melalui investigasi menyeluruh. Pernyataan itu disampaikan mewakili Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sambutan, dikutip dari detikbali, Senin (29/06/2026).

“Kemenkes memastikan akan mengusut dugaan intimidasi. Dan menjamin perlindungan bagi tenaga medis,” ujar Yuli dalam rilisnya, Selasa (30/06/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Kemenkes RI untuk mengusut setiap dugaan intimidasi, sekaligus memberikan perlindungan kepada seluruh tenaga medis Indonesia.

Ditegaskan, Kemenkes RI tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai dugaan intimidasi oleh tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara tersebut.

Hasil investigasi akan diumumkan setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dan seluruh fakta berhasil dikumpulkan secara menyeluruh.

“Kami harus melakukan investigasi duluan, posisi kasusnya seperti apa. Jadi makanya kami dari hari ini bersama Ibu Ketua Inspektorat Investigasi karena beliau membawahi tenaga medis dan tenaga kesehatan terkait keprofesian,” ucap dia.

Dijelaskan, investigasi dilakukan bersama Inspektorat untuk memastikan seluruh aspek pembinaan profesi tenaga kesehatan dapat diperiksa secara objektif menyeluruh.

Yuli bilang, Kemenkes RI memperoleh informasi awal mengenai dugaan intimidasi tersebut melalui media sosial yang beredar sejak pertengahan Juni 2026.

Dugaan itu berkaitan dengan peristiwa yang dialami dr. Icha saat bertugas di IGD RS Leona, pada 13 Juni 2026 lalu.

Yuli mengimbau seluruh dokter di Indonesia agar tidak takut melaporkan tekanan maupun intimidasi selama menjalankan tugas pelayanan kesehatan. Menurutnya, Kemenkes RI akan memberikan perlindungan kepada tenaga medis yang menyampaikan laporan secara resmi sesuai ketentuan berlaku.

“Bagi dokter-dokter jangan pernah takut bersuara. Karena kalian akan dilindungi,” tandas dia.

Untuk diketahui, sebelumnya, Fabianus Banase selaku paman dan juru bicara keluarga menyatakan, bakal melaporkan tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara. Laporan tersebut diajukan atas dugaan intimidasi yang diduga berkaitan dengan peristiwa sebelum dr. Icha mengakhiri hidupnya.

Tiga anggota DPRD yang bakal dilaporkan masing-masing berasal dari PKB, PDI Perjuangan, dan Partai Golkar sesuai keterangan keluarga. Mereka adalah Norbertus Bani, Veronika Lake, dan Therensius Lazakar, yang bakal dilaporkan ke Badan Kehormatan serta Polda NTT. (eko riant)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Selasa, 30 Jun 2026 07:12 WIB | Ekonomi

PT SIG Dorong 36 UMKM Tuban Naik Kelas

PT SIG sukses ciptakan dan kembangkan 36 UMKM di Tuban. ...
Selasa, 30 Jun 2026 06:07 WIB | Peristiwa

Rebranding RS Menur Surabaya Ganti Jadi RS Prof. Dr. Moelyono

Rebranding RS Menur Surabaya jadi RS Prof Dr Moeljono Menur. ...
Minggu, 28 Jun 2026 19:05 WIB | Peristiwa

Ruwat Agung Petirtaan Belahan. Sakral nan Meriah

Ruwat Agung Petirtaan Belahan berlangsung sakral. ...
Sabtu, 27 Jun 2026 07:00 WIB | Pemerintahan

Pendaftaran Program Magang Nasional Batch 4 Dibuka Juli 2026

Pendaftaran Program Magang Nasional Batch 4 dibuka Juli 2026, butuh 150.000 peserta. ...
Sabtu, 27 Jun 2026 05:10 WIB | Peristiwa

Ruang Terbuka Hijau Bakal Sulap Sidoarjo Kian Asri nan Bersih

Wabup Mimik tanam ribuan Pohon Pucuk di 12 taman di Sidoarjo. ...
Jumat, 26 Jun 2026 06:10 WIB | Peristiwa

Bupati Sidoarjo Tekankan Perkuat Kolab Pengelolaan Komunikasi Digital

Bupati Subandi tekankan perkuat kolab pengelolaan komunikasi digital. ...