Ada yang Baru di Candi Belahan. Namanya, Pendopo Wong Agung
Sidoarjo – Situs Cagar Budaya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pariwisata, pendidikan, keagamaan, penelitian dan juga kebudayaan.
Terkait hal tersebut, Juru Pelihara (Jupel) Candi Belahan atau Sumber Tetek, Astono berinisiatif membangun joglo sederhana yang diberi nama Pendopo Wong Agung.
Menurut Astono, pemberian nama tersebut banyak mengandung arti dan harapan, Wong Agung dimaknai sebagai mulia, luhur, hebat, yang semuanya merujuk pada makna kebesaran, keagungan, kemuliaan, atau kehebatan bukan secara fisik namun konsep spiritualnya.
“Agung, dalam hal ini bukan secara fisik namun lebih pada keluhuran dan keagungan budi pekerti dan moralnya”. ujar Koordinator Jupel se Kabupaten Pasuruan ini.
Sementara itu, Khoirul Anam salah satu anggota BPD Wonosunyo – dimana Candi Belahan berada – Khoirul Anam sangat bangga dengan apa yang dilakukan Astono, karena tempat ini bisa jadi tempat aktivitas budaya meski dalam skala kecil.
“Pendopo Wong Agung ini bisa dimanfaatkan untuk diskusi budaya, Macapat, belajar menulis aksara Jawa dan lainnya meski dengan skala kecil” tutur Sekretaris FPK Jatim ini.
Ki Bagong menunjukkan keretakan dinding di Candi Belahan (foto: ist)
Di tempat yang sama, Ketua Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jawa Timur, Ki Bagong Sabdo Sinukarto berharap para budayawan bisa memanfaatkan fasilitas ini dengan maksimal namun tetap menjaga kelestarian Cagar Budayanya.
“Kayaknya siapapun bisa menggunakan, tapi tolong tetap mematuhi aturan, prosedur dan wajib menjaga kelestarian dan kesakralan Cagar Budaya,” pungkasnya. (kwan-knis)
Editor : heddyawan