x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Sebuah Asa Seniman Buat Pemerintah di Tahun 2026

Avatar bukti.id

Peristiwa

FPK Jatim gelar ngudarasa pungkasan warsa

Sidoarjo – Ngudarasa (Ngudo Roso, Jawa) Pungkasan Warsa, merupakan cara merefleksikan suatu peristiwa atau kondisi sosial secara mendalam dalam suasana tenang, penuh kebijaksanaan, dan sebagai bahan introspeksi.

Dan inilah kegiatan yang dilakukan Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jawa Timur, di Rumah Budaya S Karno Wunut Porong Sidoarjo, Minggu (21/12/2025)

Beberapa keluh kesah para pelaku budaya ditumpahkan dalam ajang Ngudarasa ini, di antaranya; Perlunya ada dinas Kebudayaan yang berdiri sendiri, sarana prasarana Kebudayaan dan juga regulasi yang diperlukan untuk percepatan Pemajuan Kebudayaan.

Ketua Dewan Pakar FPK Jatim, Dr Slamet Hendro Kusumo berharap adanya lembaga adat desa untuk menjadi ujung tombak Kebudayaan dalam skup kecil di desa.

Menurut dia, Lembaga Adat Desa berfungsi untuk untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan adat istiadat, norma, serta nilai sosial budaya lokal.

“Tak kalah penting adalah fungsi sebagai penengah sengketa sosial dan kontrol sosial, serta pengembang tradisi dan budaya desa,” ungkap pelukis asal Kota Batu ini.

Sementara itu, Suwarmin budayawan Sidoarjo berharap, kehadiran FPK di tengah para budayawan dan pekerja seni bisa menjadi mediator adanya kebuntuan komunikasi antara pemerintah dan pelaku seni.

Dirinya juga berharap FPK bisa jadi “corong” pemajuan Kebudayaan kepada masyarakat yang selama ini minim pemahaman tentang budaya yang berakibat timbulnya konflik.

“Beberapa hari lalu ada peristiwa jenasah gagal dimakamkan karena sengketa, hal itu tidak akan terjadi jika masing-masing memahami budaya dan kearifan lokal,” ujar dosen STKW ini.

Sementara itu, Ki Bagong Sabdo Sinukarto mengaku sudah merangkum beberapa permasalahan Kebudayaan yang pada prinsipnya ada 3 komponen penting yakni Regulasi, Sarana Prasarana dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani kebudayaan perlu dibentuk.

“Ketiga komponen itu harus ada kalau memang pemerintah ingin melakukan percepatan pemajuan kebudayaan seperti yang diamanahkan undang-undang,” pungkas dia.

Acara diakhiri dengan pembacaan rekomendasi oleh dr Dian Agung Anggraeny wakil ketua FPK bidang kebudayaan dan Didik Soemintardjo ketua Dewan Penasehat.

Isi rekomendasi diantaranya; Dibentuknya Dinas Kebudayaan, pembangunan gedung kesenian dan Taman Budaya, pembentukan Lembaga Adat Desa hingga penggunaan baju tradisional, dan penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar proses belajar mengajar semua jenjang pendidikan sehari dalam seminggu. (kwan-knis)

 

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Senin, 02 Nov 2026 15:15 WIB | Peristiwa

BRIN Minta Petani Waspadai Begomovirus yang Bisa Ancam Produksi Sayuran

BRIN ingatkan petani Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Begomovirus, yang berpotensi mengganggu produksi hortikultura. ...
Senin, 02 Nov 2026 09:30 WIB | Peristiwa

Malang Autism Center. 11 Tahun Sahabat Bagi Anak Autisme melalui OTA

Selama 11 tahun Malang Autism Center kian memperkuat komitmen memberikan layanan terapi dan pendampingan bagi anak dengan autisme.  ...
Senin, 02 Nov 2026 07:05 WIB | Hukum

Kejati Jatim Dalami Fakta Persidangan Dugaan Pungli Perizinan Dinas ESDM

Kejati Jatim tegaskan komitmen tangani dugaan pungli ESDM Jatim secara profesional objektif, dan transparan.  ...
Senin, 02 Nov 2026 06:31 WIB | Peristiwa

AXIS Nation Cup. Laga Para Juara, Lahirkan Bibit Atlet Futsal Nasional

Melalui kompetisi ANC, AXIS dan FFI membuka peluang bagi atlet futsal berpotensi di jenjang lebih tinggi. ...
Jumat, 30 Okt 2026 10:30 WIB | Ekonomi

BRIN Gandeng BNI Ventures. Bantu UMKM dan Startup Berbasis Riset Tembus Pasar Komersial

BRIN kolaborasi dengan BNI Ventures ajak UMKM dan startup berbasis riset tembus pasar komersial. ...
Jumat, 30 Okt 2026 08:10 WIB | Hukum

PMII Desak Polda Jatim Tindak Tegas Pelaku Pengeroyokan di Kawasan PIER

PMII desak Polda Jatim tindak tegas pelaku pengeroyokan di Kawasan PIER. ...