x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

DPR Ingatkan Kekuatan Hukum Langit. Rieke: Tindakan Biadab dan Keji

Avatar bukti.id

Wakil Rakyat

Tragedi penyiraman air keras ke Andrie Yunus

Jakarta – Tragedi penyiraman air keras terhadap aktivis (Hak Azasi Manusia) HAM, Andrie Yunus, membuat geram anggota DPR RI Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka. Bahkan dia memberi atensi khusus pada aksi kekerasan terhadap Wakil Koordinator KontraS tersebut. Rieke menilai sebagai tindakan biadab dan keji.

Rieke pun mengingatkan, kekuatan hukum langit untuk pelaku kekerasan terhadap Andrie Yunus. 

“Aksi kekerasan kalian biadab, kalau pun hukum positif tumpul, hukum langit pasti tiba,” cetus Rieke dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Di tengah tekanan geopolitik dan geoekonomi, anggota Komisi XIII DPR RI ini mengingatkan, adanya potensi 'pemain tak kasat mata'. Oknum tersebut, berupaya memantik kemarahan publik.

“Segitunya syahwat kekuasaan bekerja?. Kalau sampai tidak terungkap siapa dalang sesungguhnya, berarti ada titik-titik yang patut dipertanyakan ucapnya penuh keprihatinan," ucap dia.

Di satu sisi, Rieke mengapresiasi, langkah Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan instruksi tegas kepada Polri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta Presiden Prabowo, guna mengusut tuntas kasus penyiraman air keras tersebut.

“CCTV jelas, teknologi kepolisian juga sudah canggih, kita pegang janji itu, kita kawal bersama. Serangan terhadap pejuang HAM bukan sekadar tindak kriminal, melainkan ancaman terhadap demokrasi dan kemanusiaan,” tandas dia.

Sebelum itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, pihaknya akan menjalankan instruksi Presiden secara profesional dan transparan. Yakni, dengan mengedepankan scientific crime investigation.

Sigit mengimbau, masyarakat dapat melaporkan informasi melalui posko pengaduan yang disediakan kepolisian. Informasi yang masuk nantinya akan didalami oleh tim penyidik.

Sigit menjelaskan, kepolisian masih melakukan pendalaman awal atas peristiwa tersebut. Tim khusus di lapangan sedang menyisir petunjuk serta mengumpulkan berbagai informasi.

“Sekarang kami sedang mengumpulkan berbagai informasi dan akan mendalaminya satu per satu. Pendalaman dilakukan untuk memetakan konstruksi peristiwa penyerangan tersebut," ucap Sigit kepada jurnalis di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/3/2026). (hari)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 15:10 WIB | Peristiwa

Awas, Jukir mBetik Bakal Disanksi. Pemkab Sidoarjo Seriusi Parkir DigitalĀ 

Oknum jukir nakal di Sidoarjo bakal disanksi, seiring penerapan parkir digital. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 14:42 WIB | Ekonomi

Petikemas Internasional TTL Melonjak 78,69 Persen, Tembus 389 Ribu TEUs

Arus petikemas internasional Terminal Teluk Lamong mencapai 389.682 TEUs hingga Agustus 2026, meningkat 78,69 persen secara tahunan. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 08:48 WIB | Pendidikan

Unibraw dan BRIN Ubah Limbah Pertanian Jadi Produk Kimia Bernilai Tambah

UB dan BRIN kolab kembangkan limbah pertanian jadi produk kimia. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 06:40 WIB | Peristiwa

Terminal Teluk Lamong Surabaya Raih Prestasi Internasional

Dalam ajang GPF Awards 2026 Singapura, anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, PT Terminal Teluk Lamong sukses meraih dua penghargaan. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 05:05 WIB | Peristiwa

Bunda Jelita, Tak Sekedar Berburu Tren. TP PKK Surabaya Bakal Dampingi Keluarga Bumil Hingga Lahiran

Pemkot dan TP PKK Surabaya dampingi keluarga Bumil hingga lahiran lewat Bunda Jelita. ...