Bupati Sidoarjo Tekankan Perkuat Kolab Pengelolaan Komunikasi Digital
Subandi: Dukung pembangunan daerah.
Sidoarjo – Keberhasilan komunikasi publik pada era digital sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kreator konten.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi pada forum di agenda Gov x Creator Connect Vol. 2, yang dihelat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (25/6/2026).
Seiring pernyataan itu, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo berupaya terus memperkuat kolaborasi dengan penggiat media sosial dan pengelola komunikasi publik, guna mendorong komunikasi digital yang adaptif dan mendukung pembangunan daerah.
“Birokrasi Sidoarjo harus siap bergerak dan adaptif, seluruh jajaran pemerintah harus aktif memanfaatkan ruang digital sebagai bagian dari pelayanan publik,” kata Subandi.
Subandi mendorong Diskominfo Sidoarjo menjadi motor penggerak transformasi komunikasi publik, sekaligus memfasilitasi berbagai gagasan kreatif agar informasi pembangunan dapat tersampaikan secara cepat dan akurat.
Selain itu, Subandi menekankan agar Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan transformasi digital melalui pengembangan dashboard internal pada setiap organisasi perangkat daerah, yang ditargetkan terintegrasi pada 2027 mendatang.
Integrasi tersebut diharapkan mendukung pemantauan program pemerintahan secara waktu nyata atau real time, mulai dari pendapatan daerah, perizinan, pembangunan infrastruktur, hingga penanganan banjir sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Untuk mendukung inovasi berbasis data, pemda setempat menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair) dalam pengembangan berbagai sistem digital.
Mendukung pernyataan Bupati Subandi, Kepala Diskominfo Kabupaten Sidoarjo, Eri Sudewo menjelaskan, kegiatan dimaksud sengaja digelar di dalam daerah guna memberikan dampak langsung pada perputaran ekonomi lokal.
Eri berharap, kegiatan tersebut mampu menyelaraskan persepsi antara komunikasi pemerintah dan harapan penggiat media sosial, sehingga informasi pembangunan dapat tersampaikan secara efektif dan berdampak nyata. (knis-kwan)
Editor : heddyawan