Ini Sosok Nadiem Makarim, Mantan Mas Menteri
Kini, tersangka korupsi
Jakarta – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim (NAM) saat ini menjadi sorotan usai ditetapkan sebagai tersangka. Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mengumumkan penetapan tersebut terkait dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, Kamis (4/9/2025).
“Tim penyidik pada Jampidsus pada hari ini menetapkan satu tersangka dengan inisial NAM. Selaku Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi periode tahun 2019-2024,” kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung RI, Nurcahyo Jungkung Madyo, saat memberikan keterangan pers di Gedung Kejagung di Jakarta, Kamis (4/9/2025).
NAM telah menjalani dua kali pemeriksaan pada (23/6/2025) dan (15/7/2025), sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Pemeriksaan ketiga berlangsung pada (4/9/2025) di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.
Lantas, seperti apa perjalanan hidup dan karier NAM?. Berikut profil sosok mantan Mendikbudristek yang sudah tidak menjabat dari Oktober 2024 lalu.
Melansir wikipedia, NAM lahir pada 4 Juli 1984 dari ayah yang seorang aktivis dan pengacara, sedangkan ibu bekerja sebagai penulis lepas. Ia menjalani proses pendidikan dasar hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jakarta.
NAM melanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Singapura. Selesai pendidikan SMA-nya pada tahun 2002, ia mengambil jurusan Hubungan Internasional di Universitas Brown, Amerika Serikat.
Mantan menteri ini, sempat mengikuti pertukaran pelajar di London School of Economics, dan memperoleh gelar sarjana pada 2006. Kemudian dia mengambil pascasarjana pada 2009, dan meraih gelar Master of Business Administration di Harvard Business School.
Usai meraih gelar sarjana pada 2006, NAM memulai kariernya sebagai konsultan di McKinsey & Company. Sebuah biro konsultasi manajemen global yang berdiri sejak 1926.
Tiga tahun berkarier di McKinsey, ia memilih melanjutkan pendidikan hingga 2011. Setelah itu, NAM kembali ke dunia bisnis dengan menjadi Co-Founder sekaligus Managing Director Zalora Indonesia.
Tidak berhenti di situ, dia juga merintis perusahaan Gojek. Perusahaan ini muncul dari keresahan masyarakat akan kebutuhan transportasi harian.
Di Gojek inilah, namanya mulai melambung. Terlebih pada 2014 saat perusahaan tersebut mendapat suntikan dana dari Redmart Limited dan Zimplistic Pte Ltd.
Namun, pada 2019 NAM mengundurkan diri dari CEO Gojek, saat didapuk Presiden Joko Widodo sebagai menteri. Saat itu ia mengemban jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) sejak 23 Oktober 2019.
Ketika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) digabung dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), NAM tetap dipercaya memimpin. Jabatan Mendikbudristek itu ia emban hingga 21 Oktober 2024.
Kejagung juga menetapkan tiga tersangka lain, yakni SW selaku Direktur Sekolah Dasar Ditjen PAUD Dikdasmen 2020–2021. Kemudian, M selaku Direktur SMP Kemendikbudristek 2020, serta IA sebagai konsultan perorangan pada program perbaikan infrastruktur teknologi Kemendikbudristek. (cebe: berbagai sumber)
Editor : heddyawan