x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Kebutuhan MBG Kluster B3 Dilayani SPPG Dapur Lamongan

Avatar bukti.id

Nusantara

Lamongan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lamongan menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat, tak terkecuali bagi kelompok alias kluster B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Perlakuan ini sekaligus memastikan kelompok rentan mendapatkan asupan berkualitas demi mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.

Adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Lamongan, Jawa Timur tak henti maksimalkan layanan Program MBG bagi kluster tersebut. Sedikitnya, 500 penerima manfaat tercatat menerima layanan pangan bergizi tersebut.

Kepada jurnalis, Kepala SPPG Dapur Lamongan, Bayu Ardian mengaku, menu yang disajikan setiap harinya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok penerima. Untuk balita, misalnya, pihaknya menyiapkan olahan nasi yang lebih lembut agar mudah dikonsumsi.

“Menu yang diberikan itu bervariasi, tergantung kebutuhan dari B3 itu sendiri. Misal anak kecil tidak bisa makan nasi yang keras, jadi kita menyesuaikan. Kita buat lebih lembut, kita goreng, atau kita kupus,” ujar Bayu, Kamis (20/11/2025).

Khusus ibu hamil dan ibu menyusui, SPPG memberikan dukungan nutrisi melalui pilihan susu yang aman dan memenuhi standar gizi, seperti susu plain full cream maupun susu khusus kehamilan. Selain itu, balita juga diberikan camilan bergizi seperti produk Promina serta buah-buahan segar. Seluruh bahan dan menu dipastikan memenuhi standar halal dan keamanan konsumsi.

Bayu bilang,“Untuk ibu hamil dan ibu menyusui, kita menyesuaikan susu yang dikonsumsi agar cocok dan memenuhi gizinya. Kemudian untuk cemilannya, untuk balita kita gunakan Promina dan buah-buahan segar. Yang penting, semua menu dipastikan sudah lolos halal dan aman dikonsumsi,”.

Disebutkan, sejauh ini respon penerima manfaat sangat positif. Banyak di antaranya merasa tak menyangka bahwa dengan anggaran Rp10.000 per porsi, mereka bisa mendapatkan makanan bergizi dengan porsi layak.

Lantas siapa saja sasaran program ini?

Bayu menjawab, distribusi makanan untuk ibu hamil mengacu pada data Puskesmas. Bahkan, SPPG juga melibatkan bidan kelurahan untuk memastikan penerimaan bantuan tepat sasaran, terutama bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

“Target untuk ibu hamil mengikuti data dari Puskesmas. Dari situ ada bidan kelurahan yang membantu menyeleksi penerima agar bantuan ini tepat sasaran. Insyaallah yang kami distribusikan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan,” tutup Bayu. (benny)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Senin, 02 Nov 2026 15:15 WIB | Peristiwa

BRIN Minta Petani Waspadai Begomovirus yang Bisa Ancam Produksi Sayuran

BRIN ingatkan petani Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Begomovirus, yang berpotensi mengganggu produksi hortikultura. ...
Senin, 02 Nov 2026 09:30 WIB | Peristiwa

Malang Autism Center. 11 Tahun Sahabat Bagi Anak Autisme melalui OTA

Selama 11 tahun Malang Autism Center kian memperkuat komitmen memberikan layanan terapi dan pendampingan bagi anak dengan autisme.  ...
Senin, 02 Nov 2026 07:05 WIB | Hukum

Kejati Jatim Dalami Fakta Persidangan Dugaan Pungli Perizinan Dinas ESDM

Kejati Jatim tegaskan komitmen tangani dugaan pungli ESDM Jatim secara profesional objektif, dan transparan.  ...
Senin, 02 Nov 2026 06:31 WIB | Peristiwa

AXIS Nation Cup. Laga Para Juara, Lahirkan Bibit Atlet Futsal Nasional

Melalui kompetisi ANC, AXIS dan FFI membuka peluang bagi atlet futsal berpotensi di jenjang lebih tinggi. ...
Jumat, 30 Okt 2026 10:30 WIB | Ekonomi

BRIN Gandeng BNI Ventures. Bantu UMKM dan Startup Berbasis Riset Tembus Pasar Komersial

BRIN kolaborasi dengan BNI Ventures ajak UMKM dan startup berbasis riset tembus pasar komersial. ...
Jumat, 30 Okt 2026 08:10 WIB | Hukum

PMII Desak Polda Jatim Tindak Tegas Pelaku Pengeroyokan di Kawasan PIER

PMII desak Polda Jatim tindak tegas pelaku pengeroyokan di Kawasan PIER. ...