DPR Sebut Bencana Alam di Sumatra Akibat Pengrusakan Hutan
Bukan Cuaca Ekstrem
Jakarta – Lingkup wakil rakyat menyakini jika bencana banjir bandang di Sumatra akibat kerusakan hutan skala besar, yang dibiarkan tanpa penindakan. Bukan semata-mata disebabkan cuaca ekstrem.
“Kalian lihat saja, di banjir yang turun itu berapa banyak kayu gelondongan yang dibawa air. Berarti ada pengrusakan hutan yang masih dilakukan di daerah-daerah itu,” tegas Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, dalam keterangan resmi, di Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Roberth keukeuh menolak narasi yang menyebut cuaca ekstrem sebagai penyebab utama, mengingat curah hujan tinggi bukan fenomena baru.
“Dulu juga ada hujan lebat tetapi tidak terjadi apa-apa. Kenapa sekarang ada terjadi? Ini alam menunjukkan bahwa ini loh yang dilakukan oleh manusia terhadap alam,” ujar Politisi Fraksi Partai NasDem itu, sekaligus menyampaikan duka mendalam atas banyaknya korban yang tercatat hingga akhir November.
“Kami menyatakan turut berduka atas korban jiwa yang cukup besar. Per 30 November, 442 orang meninggal, 402 hilang,” ungkap dia.
Melihat skala kerusakan dan tingginya korban, Roberth mendesak pemerintah melakukan penindakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga merusak hutan hingga memicu bencana.
“Harus ada penanganan, penindakan hukum dilakukan. Karena ada perusakan hutan besar-besaran dilakukan di sana. Setelah kejadian baru terbuka mata, ternyata ada perusakan hutan yang begitu besar di sana,” tegas dia.
Roberth pun mendorong pemerintah segera mengevaluasi seluruh aktivitas perusahaan kehutanan di wilayah terdampak sebelum muncul korban berikutnya. (hari)
Editor : heddyawan