Lamongan Perangi Banjir. Bupati Yuhronur Usul Modifikasi Cuaca
Lamongan – Meski menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan masih getol mencari solusi penanganan banjir.
Karena itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengusulkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca untuk mempercepat penanganan banjir yang masih menggenangi puluhan desa di wilayahnya.
Belum lama ini, usulan tersebut disampaikan bupati yang karib disapa Pak Yes itu, saat audiensi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Timur di Kantor BMKG Juanda Surabaya.
“Kami mengusulkan agar modifikasi cuaca dapat dilakukan di Lamongan, khususnya di wilayah dengan genangan cukup tinggi, sehingga kondisi segera membaik dan masyarakat bisa kembali beraktivitas,” kata Pak Yes dalam keterangan resmi yang diterima di Lamongan, Jawa Timur.
Dijelaskan, banjir di Lamongan telah berlangsung sekitar empat bulan dan berdampak pada 44 desa di lima kecamatan. Bahkan di sejumlah titik ketinggian air masih mengalami peningkatan.
Pak Yes bilang, genangan belum dapat surut secara maksimal karena aliran air tertahan oleh tingginya muka air laut dan Bengawan Solo yang lebih tinggi dibandingkan aliran sungai di kawasan terdampak.
Di sisi lain, Kepala BMKG Provinsi Jawa Timur, Taufiq Hermawan menyampaikan, jika operasi modifikasi cuaca direncanakan mulai dilaksanakan pada 16 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi.
Taufiq menambahkan, pelaksanaan modifikasi cuaca akan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang terus dipantau BMKG. Bila kondisi memungkinkan, operasi tersebut dapat dilakukan di wilayah Lamongan untuk membantu mengurangi intensitas curah hujan. (benny)
Editor : heddyawan