x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Usai Peresmian, Langsung Ditempati 31 Pasien Covid-19

Avatar bukti.id

Pemerintahan

Lamongan, bukti –  Pasien RSUD dr Soegiri Lamongan sedikit merasa plong. Setidaknya, perasaan ini terluapkan setelah 31 pasien penderita virus Covid-19 yang selama ini dirawat di rumah sakit pelat merah tersebut, dipindahkan Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Lamongan, Kamis (18/6/2020).

Tepatnya, tidak lebih dari dua jam setelah RSD bantuan pemerintah pusat itu diresmikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Pusat, Doni Monardo.

“Setelah kita meninggalkan acara ini, pasien yang ada di RSUD dr Soegiri langsung dievakuasi ke sini. Kalau tidak percaya, coba ditunggui saja,” kata Bupati Fadeli, menjawab pertanyaan jurnalis, usai peresmian yang dilakukan secara virtual.

Fadeli menambahkan, evakuasi sudah diagendakan secepat mungkin. Karena, rumah sakit dengan sebutan Fasilitas Isolasi dan Karantina untuk Pengendalian Infeksi Penyakit Menular Emerging di Lamongan ini, sementara dikhususkan untuk pasien Covid-19 yang ada RSUD dr Soegiri lebih dulu.

Alasannya, karena jarak keduanya berdekatan. Selain itu, dengan evakuasi cepat, diharapkan pasien lebih mendapatkan perawatan maksimal. Apalagi, ruang fasilitas di RSD Covid-19  memliki fasilitas dan peralatan lebih lengkap dan steril.

“Harapan kita, pasien cepat sembuh dan tidak menular kepada yang lain, karena tempatnya sangat steril,” paparnya.

RSD Covid-19 hanya ada tiga se Indonesia. Di antaranya di Papua, Jogjakarta dan Lamongan. Dibangun dengan dana berasal dari pemerintah pusat. Pengerjaan super kilat, hanya memakan waktu 5 minggu. Sebelumnya, Lamongan sudah memiliki beberapa tempat isolasi. RSUD dr Soegiri, Rusunawa dan Puskesmas Karangkembang, Babat.

Sementara Ketua GTPP Covid-19 Pusat, Doni Monardo dalam sambutannya mengatakan, pembangunan fasilitas observasi dan isolasi ini dilakukan berdasarkan permintaan dari Pemkab Lamongan. Karena saat itu angka sebaran Covid -19 di Kota Soto ini tercatat nomor tiga se Jawa Timur.

“Keberadaan fasilitas observasi dan isolasi ini, akan menjadi bagian dari upaya Pemkab Lamongan dan Pemprov Jatim secara umum, untuk mengakselerasi langkah-langkah percepatan penanganan Covid-19 menuju masyarakat produktif tapi tetap aman COVID-19,” ujarnya.

Doni Monardo meremikan secara virtual. Namun, saat acara di RSD Covid-19 di Lamongan dihadiri Wakil Menteri PUPR, John Wempi  Wetipo. Turut hadir Ketua DPRD Lamongan, Ghofur. Wakil Bupati Kartika, Kapolres AKBP Harun, Dandim 0812 Lamongan Sidik Wiyon, Sekkab Yuhronur Efendi dan sejumlah pejabat terkait. (ron)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 15:10 WIB | Peristiwa

Awas, Jukir mBetik Bakal Disanksi. Pemkab Sidoarjo Seriusi Parkir DigitalĀ 

Oknum jukir nakal di Sidoarjo bakal disanksi, seiring penerapan parkir digital. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 14:42 WIB | Ekonomi

Petikemas Internasional TTL Melonjak 78,69 Persen, Tembus 389 Ribu TEUs

Arus petikemas internasional Terminal Teluk Lamong mencapai 389.682 TEUs hingga Agustus 2026, meningkat 78,69 persen secara tahunan. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 08:48 WIB | Pendidikan

Unibraw dan BRIN Ubah Limbah Pertanian Jadi Produk Kimia Bernilai Tambah

UB dan BRIN kolab kembangkan limbah pertanian jadi produk kimia. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 06:40 WIB | Peristiwa

Terminal Teluk Lamong Surabaya Raih Prestasi Internasional

Dalam ajang GPF Awards 2026 Singapura, anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, PT Terminal Teluk Lamong sukses meraih dua penghargaan. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 05:05 WIB | Peristiwa

Bunda Jelita, Tak Sekedar Berburu Tren. TP PKK Surabaya Bakal Dampingi Keluarga Bumil Hingga Lahiran

Pemkot dan TP PKK Surabaya dampingi keluarga Bumil hingga lahiran lewat Bunda Jelita. ...